kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mitrabara Adiperdana (MBAP) sedang kaji rencana pembangunan pembangkit listrik


Selasa, 15 Oktober 2019 / 19:56 WIB

Mitrabara Adiperdana (MBAP) sedang kaji rencana pembangunan pembangkit listrik
ILUSTRASI. RUPS PT Mitrabara Adiperdana Tbk

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) tak hanya memaksimalkan bisnisnya di bidang penambangan batubara. Perusahaan berkode emiten MBAP tersebut mulai menjajal bisnis lainnya yang berkaitan dengan energi berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan Chandra Lautan menyampaikan, pihaknya tengah mengembangkan bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan Kalimantan. Menurutnya, PLTS dapat menjadi kegiatan bisnis milik perusahaan yang akan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Mitrabara Adiperdana (MBAP) kejar produksi 4 juta ton tahun ini

Selain itu, rencana MBAP untuk menggarap proyek PLTS sejalan dengan visi dan misi perusahaan tersebut yang bisnis intinya tetap bergerak di bidang energi.

"Jadi ini bentuk diversifikasi MBAP bahwa selain penambangan batubara untuk kebutuhan energi, kami juga bangun pembangkit listrik,” ujar Chandra, hari ini (15/10).

Catatan Kontan, manajemen MBAP beberapa waktu menyebut bahwa target pembangkit listrik yang akan dibangun memiliki kapasitas di kisaran 2 megawatt (MW) hingga 5 MW. Adapun perusahaan telah mendapat izin lokasi pembangunan PLTS tersebut di Kalimantan Utara dengan luas sekitar 19.000 hektar.

Khusus untuk target kapasitas pembangkit listrik, Chandra mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak bersifat mutlak dan bisa berubah.

Baca Juga: Mitrabara Adiperdana (MBAP) produksi 2 juta ton batubara hingga semester I-2019

Sebab, MBAP pada dasarnya masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut untuk rencana pembangunan PLTS. Tentunya kajian ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Chandra pun menjelaskan, bukan perkara mudah dalam membangun suatu pembangkit listrik. Ada skema bisnis yang perlu dibicarakan terlebih dahulu secara rinci. Pihaknya juga mesti berkoordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk juga dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berwenang mengurusi aspek kelistrikan di Indonesia.

“Besaran kapasitas hingga tarif tidak bisa kami lakukan sendiri. Harus ada keterlibatan pihak lain yang juga punya wewenang,” ungkap dia.

Karena masih dalam tahap kajian, Chandra mengaku belum bisa membeberkan target pengerjaan proyek PLTS milik perusahaan di Kalimantan. Begitu pula dengan besaran dana belanja modal alias capital expenditure (capex) yang dibutuhkan untuk kegiatan bisnis tersebut. “Nanti kalau ada paparan publik lagi, mungkin baru bisa kami sampaikan lebih detail,” katanya.

Baca Juga: Ini jadwal pembagian dividen Mitrabara Adiperdana (MBAP) sebesar Rp 58 per saham

Yang pasti, ia berharap rencana bisnis pembangkit listrik ini kelak akan berkontribusi terhadap pendapatan MBAP secara keseluruhan.

Sekadar pengingat, MBAP di semester pertama lalu membukukan pendapatan sebesar US$ 127,92 juta. Jumlah ini turun 0,13% (yoy) dari semester pertama tahun sebelumnya yakni US$ 128,09 juta.


Reporter: Dimas Andi
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan


Close [X]
×