Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memperkuat komitmennya dalam mendorong edukasi kesehatan preventif di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penyebaran Hantavirus di Indonesia.
Melalui PYFAHealth, perusahaan menyoroti pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan suplementasi vitamin sebagai bagian dari upaya preventif masyarakat terhadap risiko infeksi virus.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tercatat sebanyak 23 kasus Hantavirus telah tersebar di sembilan provinsi sejak tahun 2023 hingga Mei 2026, dengan temuan kasus terbanyak berada di wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Target Rampung Juni 2026, Wijaya Karya (WIKA) Kebut Proyek Sekolah Rakyat Banyumas
Kasus yang terjadi di Indonesia umumnya disebabkan oleh infeksi Seoul virus, yang lazimnya ditularkan melalui paparan urine atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Secara umum, Hantavirus merupakan keluarga virus RNA yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan penyakit serius pada paru maupun ginjal. Penularan paling sering terjadi melalui inhalasi partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering dan beterbangan di udara, khususnya di ruang tertutup seperti gudang, rumah lama, atau area yang lama tidak dibersihkan.
Menanggapi situasi tersebut, dr. Carlinda Nekawaty selaku Medical Expert PYFA menjelaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh perlu dilakukan secara menyeluruh melalui empat pilar utama, yaitu olahraga teratur, nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan suplementasi yang tepat.
Menurutnya, suplementasi menjadi salah satu aspek krusial untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mikro yang sering kali belum tercukupi hanya dari konsumsi makanan harian.
“Vitamin C berperan sebagai garda antioksidan yang membantu melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat peradangan. Konsumsinya perlu dipadukan dengan vitamin D3 yang membantu mengaktifkan sel T dalam sistem imun tubuh, terutama karena masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan vitamin D tanpa disadari,” ujar dr. Carlinda, dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Danantara Pastikan Hormati Kontrak Ekspor, tetapi Harga Akan Ditinjau Ulang
Selain memperkuat edukasi mengenai suplementasi, PYFA juga mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat secara konsisten. Masyarakat diimbau untuk rutin bergerak aktif atau berolahraga minimal 150 menit per minggu, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, serta memastikan waktu tidur yang cukup agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal.
Perseroan menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan tambahan, terutama dengan menutup akses masuk tikus, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta membersihkan area yang terpapar kotoran tikus menggunakan disinfektan dan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
“Melalui edukasi kesehatan ini, PYFA berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan secara konsisten melalui pola hidup sehat dan pemenuhan nutrisi yang tepat,” jelasnya.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kesehatan preventif, PYFA melalui lini consumer health-nya, PYFAHealth, turut menghadirkan berbagai pilihan suplementasi vitamin dan mineral untuk membantu pemenuhan nutrisi harian secara praktis dan terpercaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













