kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini cara memperbaiki bisnis INKA, menurut Jonan


Selasa, 21 Juli 2015 / 10:30 WIB
Ini cara memperbaiki bisnis INKA, menurut Jonan


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai, salah satu cara untuk membenahi PT Industri Kereta Api (INKA) adalah dengan memindahkan pusat kegiatannya dari Madiun, Jawa Timur. Menurut Jonan, pemindahan pusat kegiatan INKA ke kota besar akan merangsang banyak tenaga ahli muda yang mau bekerja di perusahaan tersebut.

"Tidak ada anak muda yang pintar-pintar mau kerja di Madiun. Dipindah kek ke Surabaya atau di mana gitu," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (20/7/2015).

Selain menyarankan agar pusat kegiatan PT INKA dipindah ke kota lain, Jonan menilai, upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah untuk membenahi PT INKA adalah dengan menyuntikkan dana yang besar untuk proses penelitian dan pengembangan. Bila cara ini dilakukan, ia yakin ke depannya kualitas kereta buatan PT INKA bisa lebih baik. 

Meski membutuhkan proses yang tak singkat, Jonan menilai cara tersebut jauh lebih baik daripada yang dilakukan saat ini. Pemerintah memberikan dana bagi PT INKA untuk memproduksi kereta dalam jumlah banyak, namun kualitasnya dianggap buruk.

"Jadi caranya bukan dengan dikasih order banyak, terus disuruh ngerjain. Bukan begitu," kata Jonan. 

Lebih lanjut, Jonan mengatakan, PT INKA merupakan perusahaan yang berada di bawah wewenang Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kewenangan untuk melakukan pembenahan terhadap perusahaan tersebut berada di bawah wewenang Menteri BUMN Rini Soemarno. Ia berharap saran yang disampaikannya bisa menjadi pertimbangan.

"Jadi dukungan pemerintah (Kementerian BUMN) harus bagus. Kalau enggak, ya saya aja yang jadi Dirut PT INKA," ujar mantan Dirut PT KAI ini. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×